Sunday, November 3, 2019

Raih Berkah Bisnis Online Tempe Dengan Filosofi Dzikir

Bagaimana sebuah usaha dapat dirintis dengan filolosofi berdzikir ? Tentu saja hal tersebut dapat terjadi, sebuah usaha untuk mendapatkan berkah dengan filosofi dzikir telah dijalankan oleh seorang pengusaha muda bernama Husein (bukan nama sebenarnya), seorang santri yatim piatu ini sudah bisa merekrut dua orang karyawan dalam satu tahun berbisnis online tempe.

usaha tempe 2019, modal usaha tempe rumahan, hasil usaha pembuatan tempe, resiko usaha tempe, analisis pembuatan tempe, analisis tempe, analisa usaha tempe atau tape


Usaha bisnis online tempe yang dijalankan Husein ini merintis usaha memproduksi tempe mulai dari nol. Awal mula membuka usaha, Husein mengolah 5 kilogram kedelai menjaid tempe, dimana semua proses pengerjaannya ia kerjakan sendiri. Mulai dari belanja kedelai di pasar, mematangkan kedelai, meracik campuran ragi hingga mendistribusikannya ke konsumen. Nah, sekarang ini Husein telah dibantu oleh dua karyawannya. Santri kelahiran Temanggung 1985 ini sudah berani mengolah sekitar 50 kilogram kedelai setiap harinya untuk diproses menjadi tempe.

Inspirasi membuka usaha produksi tempe ini tidak Husein dapatkan dari pelatihan atau pembinaan dari suatu instansi tertentu, melainkan atas penemuan kesadarannya sendiri. Munculnya inspirasi ia peroleh setelah beberapa tahun lamanya ia ditempa di perantauan dengan pekerjaan yang tidak pasti, dan seringnya menjadi kuli bangunan.

Sewaktu Husein senantiasa giat bekerja serabutan di Jakarta, ia memanfaatkan bulan ramadhan tersebut untuk ia pergunakan mengikuti pengajian di salah satu pesantren di daerah Cirebon. Ketika ia menimba ilmu dalam momen bulan Ramadahan itulah, dirinya mendapatkan nasihat dari seorang kiai agar ia mencari pekerjaan pada tahun berikutnya di kampung halamannya saja, syukur-syukur dapat membuka suatu usaha di desanya.

Alumni santri salah satu pondok pesantren di Kaliwungu Kendal ini, membuat usaha bisnsis online tempe, yang dapat disebut sebagai suatu karya juga. Maka dari itu, menurut Husein, dalam memproduksi tempe seyogyanya tidak sebagaimana seorang tukang yang umumnya mekanis cara kerjanya. Melainkan juga diperlukan adanya penjiwaan layaknya sastrawan dalam menulis novelnya.

Penjiwaan yang dimaskud Husein adalah ketika mengolah dan memproses bahan mentah kedelai, ia niatkan bertasbih seraya senantiasa membayangkan dirinya selaku khalifahnya Allah sedang menjalankan perintah dari-Nya. Proses pengerjaan sampai menjadi produk yang siap dinikmati orang merupakan merupakan manifestasi dari ungkapan tasbih.

Berkarya dalam bidang apa saja perlu menghidupkan rasa seninya, kata Husein. Selanjutnya yang ia lakukan setelah tasbih, adalah tahap tahlil. Esensi dari tahlil yaitu mentauhidkan Allah. Bila diterapkan dalam menjalankan sebuah bisnis, yaitu setelah Husein berusaha dengan maksimal menjalankan bisns online tempenya, maka hasil akhirnya dipasrahkan pada Allah juga. Dengan demikian, seorang pengusaha tidak akan takut gagal atau mudah frustasi jika mengalami kegagalan, karena tugasnya dalam berbisnis sudah ia tunaikan, namun sebuah keberhasilan bukanlah wewenangnya, melainkan kuasa Tuhan.

Tahap ketiga adalah istigfar, yakni mengevaluasi terhadap hasil produknya, membenahi kelemahan dan kekurangannya, serta berusaha membuat produknya semakin baik kualitasnya. Itulah hakikat istigfar yang diterapkan Husein dalam menjalankan pekerjaan.

Dalam proses menjalankan bisnis online tempe, Husein selalu menanamkan dalam benaknya bahwa ia bekerja tidak semata-mata hanya mencari uang, namun juga dalam rangka melayani bagi siapa pun orang yang membutuhkan tempe. Nah, dengan memiliki konsep seperti itulah, Husein dapat menghasilkan produk tempe yang bermutu agar para konsumen ataupun dirinya sama-sama mendapatkan manfaat.

*Kisah ini ditulis dari kisah nyata seorang wirausahawan muda yang identitas dirinya tidak mau dipublikasikan.*

No comments:

Post a Comment