Wednesday, November 27, 2019

Mengenal Macam-macam Pajak Untuk Bisnis Online

Bisnis online di zaman serba digital saat ini sudah menjamur di masyarakat, mulai dari kalangan remaja hingga dewasa. Menjual produk secara online kini lebih mudah dilakukan serta memiliki banyak keuntungan. Dengan bermodalkan jaringan internet, anda bisa berjualan tanpa perlu meninggalkan rumah.

cara memulai bisnis online dengan modal kecil, memulai bisnis online dengan modal kecil, belajar bisnis online bagi pemula, tips dan trik jualan baju online untuk pemula, cara sukses menjadi wirausaha online, cara mengembangkan bisnis kuliner online, bisnis online yang menjanjikan dan terbukti, peluang usaha online rumahan, tips mengembangkan bisnis online di Instagram dan Facebook


Dengan semakin pesatnya perkembangan bisnis online, maka mampu memberikan penghasilan besar. Oleh sebab itu, pemerintah kini berinisiatif untuk memberikan pajak bagi pebisnis online di Indonesia.

Perlu anda ketahui bahwa transaksi online yang dilakukan di beberapa situs marketplace, dapat mencapai ratusan miliar per hari. Lantas, apa tujuan pemerintah mengambil pajak pada setiap transaksi yang dilakukan baik melalui google atau website lainnya ? Tidak lain adalah dijadikan sebagai sumber dana utama pemerintah.

Di era serba digital saat ini, maraknya bisnis berbasis online telah menjadi perhatian Dirjen Pajak. Mengapa ? Sebab, transaksinya yang bisa mencapai ratusan miliar per harinya, harus dikenakan pajak sama seperti perdagangan offline yang transaksinya dilakukan di wilayah NKRI. Ya, sebagai warga negara yang tinggal di wilayah NKRI dan sebagai pengusaha yang taat pajak, membayar pajak dapat menjadi bukti ketaatan demi kemajuan NKRI.

Membayar pajak saat ini dapat dilakukan secara online dengan cara melaporkan melalui pajak online E-filling, dapat anda akses dengan mengunjungi webiste resmi pajak https://diponline.pajak.go.id. Sistem pajak online apabila dibandingkan dengan toko retail sebenarnya memiliki sistem yang sama, yang berbeda hanyalah sarananya.

Dalam hal kepentingan transaksi bisnis, pajak adalah suatu kewajiban bagi para pelaku bisnis untuk membayar setiap tahunnya. Ketentuan pajak telah diatur dalam undang-undang, sehingga sebagai objek pajak dan wajib pajak yang memenuhi ketentuan, wajib dikenai pajak dan membayar pajaknya di tahun pajak yang sedang berlangsung.

Nah, setelah anda mengetahui bahwa transaksi bisnis online kini telah dikenakan pajak, lantas apa saja macam-macam pajak untuk bisnis online ? Jenis pajak apa saja yan wajib dipatuhi oleh para pebisnis online ? Ya, pada umumnya, jenis pajak yang dikenakan hampir sama dengan pajak untuk perdangan atau usaha konvensional. Untuk lebih jelasnya, simak ulasan berikut untuk mengenal macam-macam pajak untuk bisnis online.

1. Pajak Petambahan Nilai (PPN)

Pajak Pertambahan Nilai (PPN) adalah pajak yang wajib dibayar oleh pebisnis online. Apakah anda sudah mengetahui bagaimana asal usul wajib pajak yang harus membayar pajak tersebut ?
Nah, berdasarkan peraturan pada 1 Januari tahun 2014, pemerintah telah menetapkan batasan pengusaha kena pajak (PKP). Dimana, jika pnegusaha yang memiliki omset mencapai 4,8 miliar tiap tahunnya, wajib memungut PPN atas setiap transaksinya, tak terkecuali bisnis online. Walaupun begitu, dalam hal ketentuan pajak, sebagai pengusaha anda bisa mengunjungi kantor pajak daerah anda untuk infromasi lebih lanjut.

2. Pajak Penghasilan (PPh)

Ternyata, selain pajak PPN seperti yang telah dijelaskan diatas, para pengusaha bisnis online juga dikenakan pajak penghasilan (PPh). Ketentuan dalam pajak penghasilan ini masih dalam pembahasan dan penyesuaian. Kaidah umum PPh ialah berdasarkan PP nomor 46 tahun 2013, tentang perlakuan pajak pengusaha dengan omset tidak lebih dari Rp 4,8 miliar tiap tahun, akan dikenakan pajak UMKM sebesar 1 % dari omsetnya.

Baca juga Istilah-Istilah Dalam Bisnis Online

Pajak untuk bisnis online yang wajib dibayar hanya ada 2 jenis pajak seperti yang telah dijelaskan di atas. Tidak banyak bukan pajak yang harus dipahami dan dipatuhi oleh pebisnis online ? Oleh sebab itu, mulai sekarang usahakan untuk menjadi pengusaha bisnis online yang taat pada aturan membayar pajak.

No comments:

Post a Comment